Aqidah adalah Asas Fondasi Islam

Allah Shubhanahu wa ta’alla telah mengutus para rasul membawa misi yang sama, yaitu mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla semata dan meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selain Allah Shubhanahu wa ta’alla. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla di dalam firman -Nya:

قال الله تعالى: ﴿ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٣٦  ﴾ [النحل:36]

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu.” Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (an-Nahl: 36)

Kesamaan misi para rasul ini sesungguhnya adalah pemberitahuan umum dari Allah Shubhanahu wa ta’alla kepada seluruh hamba bahwa:

  1. Kehancuran hidup dan kebinasaannya akan terselesaikan dengan pemurnian tauhid kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla.
  2. Kehinaan dan kerendahan akan hilang dengan dibersihkannya tampilan lahiriah dan keadaan batiniah oleh akidah.
  3. Kerusakan dalam segala bidang dan aspek, politik, perekonomian, aturan kenegaraan antara pemimpin dan rakyat, akan terselesaikan dengan landasan akidah yang kokoh.
  4. Kesiapan untuk menerima segala beban syariat dan menerima segala hukum-hukum Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Rasul -Nya harus dimulai dari pembenahan akidah.
  5. Landasan hidup menuju kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat adalah akidah yang benar.

Pembaca yang budiman, Allah Shubhanahu wa ta’alla mengutus rasul pertama kali ke muka bumi ini, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam membawa mandat untuk memurnikan akidah yang telah rusak. Allah Shubhanahu wa ta’alla berfirman:

قال الله تعالى: ﴿ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرۡ قَوۡمَكَ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١ قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٢ أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ ٣  ﴾ [نوح: 1– 3 ]

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan), “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.” Nuh berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku.” (Nuh: 1—3)

Tugas besar yang diemban oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salla mendapatkan tantangan yang keras dari kaumnya. Bahkan, kaumnya sempat mengatakan kepada beliau, “Sesungguhnya kami melihat engkau berada dalam kesesatan yang nyata.” Tidak ada seorang rasul pun yang diutus oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla kepada suatu kaum melainkan dalam keadaan rusaknya semua lini kehidupan mereka. Allah Maha Mengetahui obat kerusakan tersebut sehingga setiap rasul yang -Dia utus diperintahkan untuk memulai dakwahnya dengan memurnikan tauhid kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla. Tugas yang diemban oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salla ditutup oleh Nabi kita, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salla, yang diutus kepada kaum yang juga ingkar dan kufur kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla.

Akibat Kerusakan Akidah Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah mengatakan, “Penyimpangan dari akidah yang benar adalah kebinasaan dan kehancuran karena akidah yang benar adalah pendorong yang kuat untuk melakukan amal yang bermanfaat. Jika seseorang tidak berada di atas akidah yang benar, niscaya dia akan menjadi penampung segala waham dan keraguan. Bisa jadi, keraguan itu menguasai hidupnya sehingga menjadikan kehidupannya sempit. Dia lalu berusaha melepaskan diri dari kesempitan hidup itu dengan bunuh diri, sebagaimana yang terjadi pada beberapa orang yang tidak mendapatkan hidayah berupa akidah yang benar.

Jika sebuah masyarakat tidak melandasi hidup mereka dengan akidah yang benar, niscaya akan terwujud kehidupan yang layaknya binatang. Akan hilang manfaat segala hal yang menunjang terwujudnya kehidupan yang bahagia. Kemampuan material yang mereka miliki justru akan menggiring mereka menuju kebinasaan. Hal ini bisa disaksikan di negeri-negeri kafir. Kekuatan materi harus ditopang oleh bimbingan dan arahan sehingga bisa mewujudkan kehidupan yang istimewa dan bermanfaat. Tidak ada yang bisa memandu ke arah ini selain akidah yang benar. Allah Shubhanahu wa ta’alla berfirman:

قال الله تعالى: ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُواْ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ ٥١ ﴾ [المؤمنون:51]

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Mu’minun: 51).

 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman),

قال الله تعالى: ﴿۞وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضۡلٗاۖ يَٰجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُۥ وَٱلطَّيۡرَۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ ١٠ أَنِ ٱعۡمَلۡ سَٰبِغَٰتٖ وَقَدِّرۡ فِي ٱلسَّرۡدِۖ وَٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًاۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١ وَلِسُلَيۡمَٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهۡرٞ وَرَوَاحُهَا شَهۡرٞۖ وَأَسَلۡنَا لَهُۥ عَيۡنَ ٱلۡقِطۡرِۖ وَمِنَ ٱلۡجِنِّ مَن يَعۡمَلُ بَيۡنَ يَدَيۡهِ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَمَن يَزِغۡ مِنۡهُمۡ عَنۡ أَمۡرِنَا نُذِقۡهُ مِنۡ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ ١٢ يَعۡمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٖ كَٱلۡجَوَابِ وَقُدُورٖ رَّاسِيَٰتٍۚ ٱعۡمَلُوٓاْ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكۡرٗاۚ وَقَلِيلٞ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ ١٣ ﴾ [سبأ: 10– 13]

“Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbih lah berulang-ulang bersama Dawud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyaman nya, dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula), serta Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Rabbnya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah, hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla), dan sedikit sekali dari hamba-hamba -Ku yang berterima kasih.” (Saba: 10—13)

 

Maka dari itu, kekuatan akidah wajib ada sebagai penopang kekuatan materi. Jika kekuatan materi terlepas darinya maka ia menjadi perantara menuju kehancuran dan kebinasaan sebagaimana yang bisa disaksikan di negara-negara kafir yang memiliki kekuatan materi namun tidak memiliki akidah yang benar.” (Aqidah at-Tauhid hlm. 13).

Periode Makkah Sebelum Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla, sungguh kita mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang jahiliah. Kerusakan menimpa mereka pada segala sisi sehingga kehormatan, darah, dan harta benda tidak memiliki harga sedikitpun. Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hal-hal tersebut. Dalam keadaan kerusakan pada segala sisi inilah Allah Shubhanahu wa ta’alla memilih Rasul -Nya sebagai utusan    -Nya kepada mereka. Dari manakah Allah Shubhanahu wa ta’alla memerintahkan beliau untuk memulai? Allah Shubhanahu wa ta’alla menjelaskannya di dalam firman       -Nya:

قال الله تعالى: ﴿ فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ ١٩  ﴾ [محمد:19]

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) selain Allah.” (Muhammad: 19).

قال الله تعالى: ﴿ فَٱصۡدَعۡ بِمَا تُؤۡمَرُ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٩٤ ﴾ [الحجر:94]

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (al-Hijr: 94).

 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَيُقِيْمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ » [رواه البخاري]

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah dan Muhammad adalah rasul Allah. Mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan bila mereka melakukan semuanya, niscaya mereka telah memelihara darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka di sisi Allah.” (HR. al-Bukhari dari Ibnu Umar )

Al-Imam Ahmad dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Rabi’ah bin ‘Abbad ad-Daili, yang mengalami masa jahiliah lalu masuk Islam. Ia berkata, “Pada masa jahiliah, saya melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam di pasar Dzil Majaz mengatakan:

 “Wahai sekalian manusia, ucapkanlah kalimat La ilaha illallah niscaya kalian akan beruntung.” (Lihat Shahih Sirah an-Nabawiyah karya asy-Syaikh al-Albani hlm. 142).

 

Tapak tilas dakwah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam di kota Makkah benar-benar menjadi bukti sejarah Islam masa bahwa problema hidup dengan segala kerusakan dan kehancurannya bisa diselesaikan oleh akidah dan tauhid. Dari sini kita mengetahui bahwa jika sebuah bangunan berdiri tanpa fondasi yang kokoh, pasti akan hancur. Demikian juga, apabila kehidupan ini tidak dilandasi oleh akidah yang benar, niscaya akan binasa. Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah berkata, “Akidah yang benar adalah asas berdirinya agama. Dengannya pula amalan akan diterima, sebagaimana firman Allah Shubhanahu wa ta’alla:

قال الله تعالى: ﴿ قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا ١١٠ ﴾ [الكهف: 110]

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (al-Kahfi: 110)

قال الله تعالى: ﴿ وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٦٥ ﴾ [ الزمر: 65 ]

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Allah) niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (az-Zumar: 65)

قال الله تعالى: ﴿ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ٢ أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ﴾ [الزمر:2– 3]

“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada -Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah -lah agama yang bersih (dari syirik).” (az-Zumar: 2—3)

 

Ayat-ayat ini dan yang semakna dengannya—yang banyak jumlahnya—menunjukkan bahwa semua amalan akan diterima apabila bersih dari kesyirikan. Dari sinilah perhatian pertama kali para rasul adalah memperbaiki akidah. Yang pertama kali mereka serukan kepada kaumnya adalah beribadah kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla semata dan meninggalkan segala bentuk penyembahan kepada selain -Nya, sebagaimana firman Allah Shubhanahu wa ta’alla:

قال الله تعالى: ﴿ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْفِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٣٦ ﴾[النحل:36]

“Sungguh kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah Shubhanahu wa ta’alla dan jauhilah oleh kalian thaghut itu’.” (an-Nahl: 36) (Lihat Aqidah at-Tauhid hlm. 9).

 

Wallahu’alam bishawab

Download Sumber

 

AQD 15 – Meluruskan Aqidah 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest