AQD 15 – Meluruskan Aqidah 02

Kasih Sayang yang Tidak Terhingga

Bagi orang yang beriman, tidak ada yang terbetik dalam benak, terlintas dalam sanubari, tergambar dalam ingatan, ataupun terbayang di pelupuk mata, selain bahwa hidup di dunia ini akan berakhir dan ia pasti akan menghadap Dzat yang Maha kuasa. Allah Shubhanahu wa ta’alla telah mempersiapkan seratus rahmat. Satu di antaranya telah diturunkan ke dunia dan yang 99 disimpan di akhirat bagi orang yang beriman.

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Shubhanahu wa ta’alla di dunia, -Dia mengutus para nabi dan rasul kepada mereka, menurunkan kitab-kitab kepada mereka, dan menurunkan agama untuk mereka anut. Namun, sangat sedikit dari mereka yang mau menyambut kasih sayang ini. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, yang ingkar dan kufur lebih banyak daripada yang beriman.

قال الله تعالى: ﴿ وَقَلِيلٞ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ ١٣ ﴾ [سباء :13]

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.” (Saba: 13)

قال الله تعالى: ﴿ وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ١١٦ ﴾ [الأنعام:116]

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (al-An’am: 116).

 Mengingat hal ini, dengan gembira dan lapang dada, orang-orang yang beriman akan menyambut segala seruan para rasul yang diutus kepada mereka dan mengaplikasikan segala bimbingan di dalam kitab tersebut dan berjalan dalam aturan agama yang dianutnya. Satu rahmat di dunia ini mereka jadikan jembatan untuk mendapatkan 99 rahmat yang dipersiapkan di akhirat kelak.

Islam, Sebuah Rahmat dan Aturan yang Kokoh

Pernahkah Anda melihat bangunan yang kokoh dan megah? Anda mungkin akan menjawab, “Ya.” Lalu, apakah komentar Anda? Mungkin Anda tidak berkomentar selain mengungkapkan rasa heran, “Betapa megah dan indahnya banguan ini.” Keheranan semata tidak akan membuahkan pengetahuan bahwa bangunan yang kokoh dan megah ini memiliki syarat-syaratnya. Oleh karena itu, mari kita menyadari bahwa bangunan yang kokoh dan megah ini pasti berdiri di atas fondasi yang kuat dan andal. Jika bangunan tersebut mengandung manipulasi keindahan dan terlihat kokoh tetapi tidak di atas fondasi yang kuat, niscaya tidak akan berumur panjang. Bangunan itu niscaya tidak akan bertahan lama, dia akan segera hancur dan runtuh.

Islam sebagai agama rahmat dan aturan yang kokoh merupakan fondasi hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Islam adalah sebuah bangunan yang indah dan sempurna. Di samping itu, Islam juga menyempurnakan agama-agama sebelumnya. Kekokohan bangunan Islam berdiri di atas lima fondasi yang kuat, dan masing-masingnya menjadi penopang yang lain. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ؛ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ » [متفق عليه]

“Islam dibangun di atas lima fondasi, yaitu (1) persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah Shubhanahu wa ta’alla dan Muhammad adalah rasul Allah, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) berhaji, dan (5) puasa pada bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih dari sahabat Abdullah bin Umar )

 Ibnu Rajab al-Hanbali rhadiyallahu ‘anhum menegaskan, “Yang dimaksud oleh hadits ini adalah bahwa Islam dibangun di atas lima landasan. Kelimanya bagaikan fondasi dan pilar-pilar sebuah bangunan. Maksud perumpamaan ini, bangunan tidak akan berdiri kokoh (tanpa lima dasar tersebut), sedangkan bagian-bagian agama yang lain adalah penyempurna bangunan ini. Jika (bagian-bagian agama) kurang maka akan mengakibatkan kekurangan pada bangunan itu, tetapi bangunan tetap berdiri. Berbeda keadaannya jika fondasi yang lima ini tidak ada, Islam akan hilang tanpa diragukan lagi.” (Jami’ Ulumul al-Hikam hlm. 62).

 

Wallahu’alam bishawab

Download Sumber