AQD 09 – KITAB TAUHID 46

BAB 46 : PENGGUNAAN GELAR “QADHI QUDHAT”(HAKIMNYA PARA HAKIM) DAN SEJENISNYA

Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

(( إِنَّ أَخْنَعَ اسْمٍ عِنْدَ اللهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ، لاَ مَالِكَ إِلاَّ اللهُ ))- قال سفيان: مثل شَاهَانْ شَاه- وفي رواية: ((أَغْيَظُ رَجُلٍ عَلَى اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَخْبَثُهُ ))

“Sesungguhnya nama (gelar) yang paling hina  di sisi Allah subhanahu wa ta ala adalah “Rajanya para raja”, tiada raja yang memiliki kekuasaan mutlak kecuali Allah” – Sufyan([1])  mengemukakan contoh dengan berkata: “seperti gelar Syahan Syah” – dan dalam riwayat yang lain dikatakan: “Dia adalah orang yang paling dimurkai dan paling jahat  di sisi Allah pada hari kiamat …”

Kandungan bab ini:

  1. Larangan menggunakan gelar “Rajanya para raja”.
  2. Larangan menggunakan gelar lain yang sejenis dengan gelar di atas, seperti contoh yang dikemukakan oleh Sufyan “Syahan Syah”.
  3. Hal itu dilarang, [karena ada penyetaraan antara hamba dengan Khaliqnya] meskipun hatinya tidak bermaksud demikian.
  4. Larangan ini tidak lain hanyalah untuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta ala.

([1]) Yakni: Sufyan bin Uyainah.

 

Wallahu’alam bishawab

Download Sumber