AQD 09 – KITAB TAUHID 40

BAB 40 : MENGINGKARI SEBAGIAN NAMA DAN SIFAT ALLAH

Firman Allah subhanahu wa ta ala :

“Dan mereka kafir (ingkar) kepada Ar Rahman (Dzat Yang Maha Pengasih).  Katakanlah: “Dia adalah Tuhanku, tiada sesembahan yang hak selain dia, hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.” (QS. Ar Ra’dan: 30).

Diriwayatkan dalam shahih Bukhari, bahwa Ali bin Abi Thalib t berkata:

(( حَدِّثُوْا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُوْنَ، أَتُرِيْدُوْنَ أَنْ يُكَذَّبَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ؟ ))

“Berbicaralah kepada orang-orang dengan apa yang difahami oleh mereka, apakah kalian menginginkan Allah dan Rasul-Nya didustakan?

Abdur Razaq meriwayatkan dari Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Ibnu Abbas, bahwa ia melihat seseorang terkejut ketika mendengar hadits Nabi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta ala, karena merasa keberatan dengan hal tersebut, maka Ibnu Abbas berkata:

مَا فَرَقُ هَؤُلاَءِ؟ يَجِدُوْنَ رِقَّةً عِنْدَ مُحْكَمِهِ وَيَهْلِكُوْهُ عِنْدَ مَتَشَابِهٍ ))

“Apa yang dikhawatirkan oleh mereka itu? Mereka mau mendengar dan menerima ketika dibacakan ayat-ayat yang muhkamat (jelas pengertiannya), tapi mereka keberatan untuk menerimanya ketika dibacakan ayat-ayat yang mutasyabihat (sulit difahami) [1].

Orang-orang Quraisy ketika mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menyebut “Ar Rahman”, mereka mengingkarinya, maka terhadap mereka itu, Allah subhanahu wa ta ala menurunkan firmanNya:

 “Dan mereka kafir terhadap Ar Rahman”.

Kandungan bab ini:

  1. Dinyatakan tidak beriman, karena mengingkari (menolak) sebagian dari Asma’ dan Sifat Allah.
  2. Penjelasan tentang ayat yang terdapat dalam surat Ar Ra’d([2]).
  3. Tidak dibenarkan menyampaikan kepada manusia hal-hal yang tidak difahami oleh mereka.
  4. Hal itu disebabkan karena bisa mengakibatkan Allah dan Rasul-Nya didustakan, meskipun ia tidak bermaksud demikian.
  5. Ibnu Abbas t menolak sikap orang yang merasa keberatan ketika dibacakan sebuah hadits yang berkenaan dengan sifat Allah dan menyatakan bahwa sikap tersebut bisa mencelakakan dirinya.

 

([1])    Perkataan Ibnu Abbas disebutkan penulis setelah perkataan Ali yang menyatakan bahwa seyogyanya tidak usah dituturkan kepada orang-orang apa yang tidak mereka mengerti, adalah untuk menunjukkan bahwa nash-nash Al Qur’an maupun hadits yang berkenaan sifat Allah tidak termasuk hal tersebut, bahkan perlu pula disebutkan dan ditegaskan, karena keberatan sebagian orang akan hal tersebut bukanlah menjadi faktor penghalang untuk menyebutkannya, sebab para ulama semenjak zaman dahulu masih membacakan ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkenaan dengan sifat Allah di hadapan orang-orang umum maupun khusus.

([2])        Ayat ini menunjukkah kewajiban mengimani segala Asma’ dan Sifat Allah, dan mengingkari sesuatu darinya adalah kufur.

 

Wallahu’alam bishawab

Download Sumber