AQD 09 – KITAB TAUHID 25

BAB 25 : MACAM MACAM SIHIR

Imam Ahmad meriwayatkan: telah diceritakan kepada kami oleh Muhammad bin Ja’far dari Auf dari Hayyan bin ‘Ala’ dari Qathan bin Qubaishah dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

)) إِنَّ الْعِيَافَةَ وَالطَّرْقَ وَالطِّيَرَةَ مِنَ الْجِبْتِ ))

“Iyafah, Tharq dan Thiyarah adalah termasuk Jibt.”

Auf menafsirkan hadits ini dengan mengatakan: “Iyafah” adalah: meramal nasib orang dengan menerbangkan burung.

“Tharq” adalah: meramal nasib orang dengan membuat garis di atas tanah.

“Jibt” adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh Hasan: suara syetan. (Hadits tersebut sanadnya jayyid).

Dan diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dengan hanya menyebutkan lafadzh hadits dari Qabishah, tanpa menyebutkan tafsirannya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

(( مَنِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ النُّجُوْمُ فَقَدِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ، زَادَ مَا زَادَ ))

“Barangsiapa yang mempelajari sebagian dari ilmu nujum (perbintangan) sesungguhnya dia telah mempelajari sebagian ilmu sihir. Semakin bertambah (ia mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula (dosanya).” (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih).

An Nasa’i meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

(( مَنْ عَقَـدَ عُقْـدَةً ثُمَّ نَفَثَ فِيْهَا فَقَـدْ سَحَرَ، وَمَنْ سَحَرَ فَقَـدْ أَشْرَكَ، وَمَنْ تَعَـلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْـهِ ))

“Barangsiapa yang membuat suatu buhulan, kemudian meniupnya (sebagaimana yang dilakukan oleh tukang sihir) maka ia telah melakukan sihir, dan barangsiapa yang melakukan sihir maka ia telah melakukan kemusyrikan, dan barangsiapa yang menggantungkan diri pada sesuatu benda (jimat), maka ia dijadikan Allah bersandar kepada benda itu”.

Dari Ibnu Mas’ud t bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

(( أَلاَ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ مَا الْعِضَه؟ هِيَ النَّمِيْمَةُ القَالَةُ بَيْنَ النَّاسِ ))

“Maukah kamu aku beritahu apakah Adh-h itu? ia adalah perbuatan mengadu-domba, yaitu banyak membicarakan keburukan dan menghasut  di antara manusia.” (HR. Muslim).

Dan ibnu Umar t menuturkan, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

(( إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا ))

“Sesungguhnya di antara susunan kata yang indah itu terdapat kekuatan sihir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kandungan bab ini:

  1. Di antara macam sihir (Jibt) adalah iyafah, tharq dan thiyarah.
  2. Penjelasan tentang makna iyafah, tharq dan thiyarah.
  3. Ilmu nujum (perbintangan) termasuk salah satu jenis sihir.
  4. Membuat buhulan, lalu ditiupkan kepadanya termasuk sihir.
  5. Mengadu domba juga termasuk perbuatan sihir.
  6. Keindahan susunan kata [yang membuat kebatilan seolah-olah kebenaran dan kebenaran seolah-olah kebatilan] juga termasuk perbuatan sihir.

 

Wallahu’alam bishawab

Download Sumber