AQD 03 – PENOPANG MANTAPNYA AQIDAH 13

Faktor Ke 12 & 13

Keyakinan kaum salaf bahwa masalah keimanan kepada Allôh, nama-nama dan sifat-Nya serta hari akhir, juga perkara-perkara aqidah lainnya yang datang dari para Rasūl yang mereka bersepakat atasnya, kesemuanya ini adalah perkara yang baku yang tidak dimasuki naskh (penghapusan hukum) maupun perubahan dan semisalnya. Karena aqidah itu bukanlah bidang yang bisa dimasuki an-naskh, oleh karena itulah para nabi dari yang awal sampai yang akhir bersepakat di atas aqidah yang sama, sebagaimana dijelaskan di dalam sebuah hadîts yang shahîh dari Nabî Shallâllâhu’alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda :

” الأنبياءُ إخوةٌ من علات، وأمهم شتى، ودينهم واحد ” صحيح مسلم.(1837/4)

”Para Nabi itu bersaudara tiri dan ibu mereka berbeda-beda, namun agama mereka satu.” (Shahîh Muslim IV/1837).


 

Ketiga Belas : Terang, mudah dan jauhnya aqidah ahlus sunnah dari kerancuan, sedang selain ahlus sunnah, anda dapati aqidahnya diliputi oleh kerancuan dan ketidakjelasan, serta dipenuhi oleh syubuhât.

Adapun aqidah ahlus sunnah wal jamâ’ah sangat terang, seterang matahari di tengah hari bolong, yang mana terangnya ini diperoleh dari mata air dan sumbernya yang jelas.

Imâm Ibnul Qoyîm berkata di dalam kitab beliau ash-Showâ`iq ketika menjelaskan aqidah yang benar ini, yang terangnya seterang sumbernya :

” مثل ضوء الشمس للبصر، لا يلحق إشكال، ولا يغير في وجه دلالتها إجمال، ولا يعرضها تجويز واحتمال، تلج الأسماع بلا استئذان، وتحل من العقول محل الماء الزلال من الصادي الظمآن، فضلها على أدلة العقول والكلام كفضل الله على الأنام، لا يمكن أ حد أن يقدح فيها قدحاً يوقع في اللبس، إلا إن أمكنه أن يقدح بالظهيرة صحواً في طلوع الشمس ” الصواعق المرسلة ((1199/3

”Bagaikan cahaya matahari bagi pengelihatan, yang tidak memiliki penghalang. Yang secara umum tidak berubah sisi pendalilannya, tidak pula memiliki kelemahan dan probabilitas, merasuk ke pendengaran tanpa izin, dan memenuhi akal dengan air yang segar yang membasahi dahaga orang yang kehausan, keutamaannya dibandingkan dalil-dalil akal dan kalam bagaikan keutamaan Allôh dibandingkan makhluk-Nya.

Tidak mungkin ada seorangpun yang bisa mencela aqidah ini seakan-akan memiliki kerancuan, melainkan dirinya bagaikan mencela hari yang cerah di tengah terbitnya matahari.” (ash-Showâ`iqul Mursalah III/1199)

Orang yang ingin mencela aqidah yang shahîh lagi lurus ini, yang diambil dari Kitâbullâh dan Sunnah, keadaannya serupa dengan seorang lelaki yang mendatangi manusia di tengah hari dan berkata kepada mereka: saya jelaskan kepada kalian bahwa sekarang ini adalah malam hari bukan siang. Beginilah keadaan orang yang datang dan ingin membuat keragu-raguan terhadap

kebenaran aqidah yang shahîh lagi lurus ini, yang diambil dari Kitâbullâh dan Sunnah Rasul-Nya Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam. Keadaannya sebagaimana yang difirmankan oleh Allôh Tabâroka wa Ta’âlâ:

Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS al-Hajj : 46)

 

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Download Sumber